Hubungan Manusia Dengan Pendidikan
Pengantar
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas matakuliah pengantar pendidikan yang membahas tentang Manusia dan Pendidikan , yang mencakup : Manusia pendidikan, pendidikan, Hakikat manusia, Konsekuensi pendidikan terhadap manusia,
Tidak dapat dipungkiri hubungan manusia dengan pendidikan sangatlah erat, dalam arti luas dari pendidikan yaitu segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Manusia bukan hanya mempunyai kemampuan-kemampuan, tetapi juga mempunyai keterbatasan-keterbatasan, dan juga tidak hanya mempunyai sifat-sifat yang baik, namun juga mempunyai sifat-sifat yang kurang baik. Tampaklah bahwa manusia itu sangat membutuhkan pendidikan. Karena melalui pendidikanmanusia dapat mempunyai kemampuan-kemampuan mengatur dan mengontrol serta menentukan dirinya sendiri.
Seperti dipahami, tujuan pendidikan adalah bersumber dari tujuan hidup manusia demikian juga nilai menjadi pandangan hidup manusia.Namun dalam hal ini disisi lain pendidikan menghasilkan kader yang baik dan juga menghasilkan kader yang kurang baik, namun kesemuanya itu bergantung dari setiap pribadi yang bersangkutan dan lingkungan dimana kader ini berpijak.
Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah dengan judul Manusia dan pendidikan salah satunya agar kita dapat membedakan antara pendidikan dengan dressur yang mungkin sulit untuk dibedakan, dan mempelajari tentang manusia pendidikan yang mana humbungan antara manusia dengan pendidikan sangatlah erat, setiap kesuksesan seseorang tidak luput dari pendidikan yang ia peroleh dari jenjang pendidikan formal ataupun non formal.
Selain itu juga tujuan makalah ini untuk menambah pengetahuan bagi setiap pembaca mengenai manusia dan pendidikan. Dewasa ini tidak bisa dipungkiri masih banyak para calon guru yang belum mengetahui lebih luas tentang hubungan ini. Pengetahuan ini sangatlah penting apalagi kita sebagai calon guru yang dipersiapkan untuk sekolah bertaraf internasional. Untuk itu akan dibahas lebih jauh pada pembahasan berikut.
Manusia dan Pendidikan
- A. Manusia Pendidikan
Ada pendapat mengatakan bahwa manusia lahir dari proses pendidikan , manusia pendidikan bukan hanya manusia yang mendidik tetapi juga manusia yang dididik, dalam hal ini arti luas dari pendidikan yaitu segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup.
Manusia disebut “Homo Sapiens”. Artinya, makhluk yang mempunyai kemampuan untuk berilmu pengetahuan. Salah satu insting manusia adalah selalu cenderung ingin mengetahui segala sesuatu disekelilingnya yang belum diketahuinya. Dari rasa ingin tahu maka timbul ilmu pengetahuan. Dalam hidupnya manusia digerakan sebagian oleh kebutuhan untuk mencapai sesuatu, dan sebagian lagi oleh tanggung jawab sosial dalam masyarakat. Manusia bukan hanya mempunyai kemampuan-kemampuan, tetapi juga mempunyai keterbatasan-keterbatasan, dan juga tidak hanya mempunyai sifat-sifat yang baik, namun juga mempunyai sifat-sifat yang kurang baik. Tampaklah bahwa manusia itu sangat membutuhkan pendidikan. Karena melalui pendidikanmanusia dapat mempunyai kemampuan-kemampuan mengatur dan mengontrol serta menentukan dirinya sendiri. Melalui pendidikan pula perkembangan kepribadian manusia dapat diarahkan kepada yang lebih baik. Dan melalui pendidikan kemampuan tingkah laku manusia dapat didekati dan dianalisis secara murni.
Dengan pendidikan manusia dapat berkembang kemanusiaanya, dimana pendidikan sebagai fungsi strategis yaitu untuk mengaktualisasikan sekaligus mengembangkan semua potensi kemanusiaanya , baik dalam kehidupan kodrat maupun sifat kodratnya. Manusia dikatakan manusia pendidikan karena manusia akan selalu belajar terus menerus dengan sesuatu yang baru. Oleh karena itu pendidikan dan prosesnya merupakan suatu proses kemanusiaan dan pemanusiaan.
- B. Pendidikan
Dressur merupakan kegiatan melatih binatang untuk menjadikanya jinak ataupun bisa bersahabat dengan manusia, hal ini dilakukan untuk berbagai keperluan manusia, contoh kecil yaitu untuk keperluan sirkus untuk seekor anjing yang begitu buas.
Pendidikan lebih tepatnya diberikan untuk manusia, karena pendidikan dapat digunakan sebagai sarana pengaktualisasian sekaligus pengembangan semua potensi kemanusiaanya. Dengan pendidikan, manusia dapat berkembang kema- nusiaannya, tetapi binatang jika “dididik” atau dilatih, tidak akan mengembangkan, melainkan mengurangi bahkan menghilangkan kebinatangannya. Yang terjadi adalah domestikasi (penjinakan). Oleh sebab itu, pendi dikan itu untuk manusia dan bukan untuk binatang. Meskipun demikian, jika proses atau kegiatan pendi- dikan kita tidak sebagaimana mestinya, maka yang akan terjadi adalah penjajahan, dalam istilah Carnoy cultural imperialism (Martin Carnoy, 1974:15)
Pada umumnya sangat sulit membedakan penempatan kata pendidikan yang benar pada manusia atau pada hewan, ataupun bahkan tepat untuk keduanya. Namun kesemuanya itu sudah dijelaskan diatas.
- C. Konsekuensi Pendidikan Terhadap Manusia
Kosekuensi pendidikan terhadap manusia sangat luas, dapat menghasilkan pribadi yang baik dan juga tidak baik, oleh sebab itu mengapa kesuksesan seorang berpendidikan tergantung daari pribadinya sendiri. Salah satu contoh hasil dari pendidikan manusia yaitu perkembangan Teknologi , Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya . Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Ringkas kata kemajuan IPTEK yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia.
Contoh lain yaitu yang saat ini sedang marak-maraknya sebagian para wakil-wakil kita (DPR) yang berjalan tidak lagi mengikuti aturan, meskipun mereka tau tindakan mereka salah. Mereka merupakan kader-kader yang sudah terlahir dari pendidikan yang sudah tidak sesuai aturan dalam kinerjanya
mantap icall
BalasHapus